Orang Indonesia Nonton 100 Video Sehari di TikTok


Ilustrasi. (Ist)

BLOGGERNES - Kemarin TikTok menggelar pertemuan media untuk membahas #TikTokYearEnd2019 di Indonesia. Salah satu fakta menarik yang diungkap di acara pada Kamis (20/12) itu, yaitu kebiasaan “warga +621” dalam menggunakan TikTok.

Head of User and Content Operations TikTok, Indonesia, Angga Anugrah Putra, mengatakan, “Jadi mereka (pengguna TikTok di Indonesia) engage sama kita itu sehari menonton lebih dari 100 video.”

Lebih lanjut, Angga mengatakan, “Makanya begitu terakumulasi sebulan itu kita bisa generate 21 billion views gitu. Itu karena sehari rata-rata user di Indonesia itu memang menontonnya banyak.”

Wow! Masyarakat Tanah Air punya waktu luang banyak banget, sampai-sampai bisa menonton lebih dari 100 video di TikTok.

Kalau satu video hanya berdurasi 15-60 detik, jadi para pengguna yang menonton lebih 100 video telah menghabiskan waktu sekitar 25-100 menit.

Nah, soal konten, warga Nusantara lebih suka video komedi. Meski demikian, video-video fesyen dan gaya hidup, travel, sampai dengan konten yang bersifat edukatif tetap menjadi pilihan.

Tentu saja, beberapa lagu lokal seperti lagu ‘Salah Apa Aku’ dan ‘Siapa Benar Siapa Salah’ yang populer di TikTok menjadi viral di media sosial lain.

Bagaimana dengan kamu, apakah sudah menghabiskan berapa menit untuk menonton video-video di TikTok?

Sumber : uzone.id
Penulis : Birgitta Ajeng

[hoax] Surat Berisi Cuti Libur Natal Tanggal 23, 24 Desember 2019


[SALAH] Surat Berisi Cuti Libur Natal Tanggal 23, 24 Desember 2019

BLOGGERNES - Beredar Surat Keputusan Bersama yang mengatasnamakan Menteri Agama Fachrul Razi yang berisi edaran cuti bersama Hari Raya Natal jatuh pada tanggal 23-24 Desember 2019. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas Data dan Informasi Kemenag RI, Ali Rokhmad, mengungkapkan bahwa adanya cuti Hari Raya Natal tanggal 23 dan 24 Desember 2019 adalah tidak benar.

======

[KATEGORI]: KONTEN PALSU / HOAKS

======

[SUMBER]: MEDIA SOSIAL
https://turnbackhoax.id/2019/12/20/salah-surat-berisi-cuti-libur-natal-tanggal-23-24-desember-2019/

======

[PENJELASAN]:

Beredar sebuah surat Keputusan Bersama yang mengatasnamakan Menteri Agama Fachrul Razi. dalam surat yang beredar tertulis bahwa cuti bersama Hari Raya Natal jatuh pada tanggal 23-34 desember 2019.

Selain itu, dalam informasi tersebut menyebutkan keputusan tersebut berdasarkan keputusan bersama Menteri Agama Fachrul Razi, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo.



Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas Data dan Informasi Kemenag RI, Ali Rokhmad, mengungkapkan bahwa adanya cuti Hari Raya Natal tanggal 23 dan 24 Desember 2019 adalah tidak benar.

“Kami sudah mengecek ke Biro Hukum dan Kerja Sama Luar Negeri dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bahwa yang beredar hoaks, makanya kami beri label,” ujar Ali kepada Kompas.com, Kamis (19/12/2019).

Menurut Ali, Surat Keputusan Bersama (SKB) yang benar terkait cuti Hari Raya Natal jatuh pada Selasa, 24 Desember 2019.

Ia pun sempat janggal terhadap surat yang beredar. Sebab, pada surat palsu itu tertera tanda tangan Menteri Agama yang baru, Fahrul Razi. “Karena untuk jadwal cuti tahun 2019 dibahas di 2018 dan Menagnya masih Lukman Hakim Saifuddin,” ujar Ali. “Menag baru mungkin untuk kalender 2020,” lanjut dia.

Selain itu, KemenpanRB melalui media sosial resminya juga membantah edaran surat tersebut.

“#RekanASN belakangan ini tersebar informasi tidak tepat mengenai cuti bersama Hari Raya Natal 2019.Berdasarkan surat keputusan bersama 3 menteri pd thn 2018, telah ditetapkan tanggal 24 Desember sbg #CutiBersama Hari Raya Natal & tanggal 25 Desember sbg libur Hari Raya Natal” tulis akun twitter dan facebook KemenpanRB.

=====

REFERENSI:


https://www.kompas.com/tren/read/2019/12/19/183702665/hoaks-surat-berisi-cuti-libur-natal-tanggal-23-24-desember-2019?page=all

#RekanASN belakangan ini tersebar informasi tidak tepat mengenai cuti bersama Hari Raya Natal 2019.__Berdasarkan surat…

Posted by Kementerian PANRB on Wednesday, December 18, 2019





[hoax] Menhan Prabowo Ditekan Untuk Beli Pesawat Tempur Dari China

[SALAH] Menhan Prabowo Ditekan Untuk Beli Pesawat Tempur Dari China
Sumber: whatsapp.com
Tanggal publish: 20/12/2019


BERITA

Beredar melalui pesan berantai Whatsapp dan postingan di Facebook informasi yang menyebutkan bahwa Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto ditekan untuk membeli pesawat tempur dari China. Informasi itu beredar ketika Prabowo tengah melakukan lawatan ke China. Berikut kutipan narasinya:

MEMHAM PRABOWO TERPERANGKAP, MILITER INDONESIA DI AKUISISI CHINA?

#COPAS
[17/12 04:23] '64 Letjen. TNI/ Purn. H. Syarwan Hamid SP. i: Saya baru dapat info bahwa pak Prabowo ditekan utk menandatangani perjanjian pembelian pesawat tempur buatan China,

Padahal menurut pak IS (mantan Kasau) pesawat yang sejenis yg dari rusia jauh lebih bagus, dan harga terjangkau

Yang menjadi masalah utama adalah, China menjual Pesawat tempur tapi kode penggunaan peluru kendali tetap dikendalikan oleh pihak China. Jadi AU RI tidak memiliki wewenang menggunakan senjata. Dan harus minta izin China dulu jika AURI mau menggunakan senjata di pesawat tsb.

Ini sama dengan RI beli psawat tempur tapi tidak ada pelurunya.

Ini adalah bentuk nyata penjajahan China terhadap RI. Atau ini fakta bahwa rezim ini adalah antek China.

Prabowo belum menandatangani kontrak. Mudah2 beliau menolak. Dan jika DPR tidak mempertanyakan hal ini, berarti DPR audah terjual, seharusnya TNI segera mengambil sikap. Kenapa harus dipaksakan ? Apakah bemar2 kedaulatan RI sudah diserahkan pada China Komunis ?
[17/12 04:23] '64 Letjen. TNI/ Purn. H. Syarwan Hamid SP. i: Jika pemaksaan membeli pswt Tempur Cina itu betul, maka Ormas bela Negara mesti ikut menolak lewat pernyataan ke Dpr. Syarwan.
[17/12 04:34] '64 Letjen. TNI/ Purn. H. Syarwan Hamid SP. i: PUTUSKAN HUBUNGAN DIPLOMATIK DENGAN CINA!
HASIL CEK FAKTA
Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa isu dari informasi tersebut telah mendapat bantahan dari pihak Staf Khusus Menteri Pertahanan bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antar Lembaga, Dahnil Anzar. Ia mengatakan bahwa informasi yang beredar viral mengenai Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ditekan oleh otoritas China untuk membeli Alutsista asal Negeri Tirai Bambu itu, tidak benar.

“Hoaks broadcast-broadcast (pesan berantai), tidak ada perjanjian pembelian pesawat tempur dengan China. Pak Prabowo tentu tidak pernah bisa ditekan oleh siapa pun,” kata Dahnil

Meski demikian, Dahnil membenarkan bahwa memang Prabowo tengah melakukan kunjungan dinas ke China sejak Senin kemarin. Ia juga membenarkan kunjungan ini untuk membicarakan kelanjutan kerja sama pertahanan antara kedua negara.

"Pak Prabowo kunjungan kehormatan saja dan bicara kerja sama pertahanan Indonesia-China," kata Dahnil.

Adapun, melalui hasil pencarian pemberitaan, perihal lawatan Prabowo ke China sudah disampaikan oleh pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) melalui sejumlah media. Berikut kutipan pemberitaannya:

Dari detik.com:

[…] Menhan Prabowo Terbang ke China Bahas Peningkatan Kerja Sama Pertahanan

Jakarta - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke China. Prabowo bakal membahas sejumlah hal terkait peningkatan kerja sama di bidang pertahanan.

Dalam keterangan tertulis KBRI Beijing, Prabowo Subianto memulai lawatan ke Beijing, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Minggu (15/12) dan tiba di Bandara Beijing Capital pukul 07.15 WIB. Prabowo disambut Duta Besar RI Djauhari Oratmangun dan Atase Pertahanan KBRI Beijing Brigadir Jenderal Kuat Budiman serta Mayor Jenderal Song Yanchao dari Direktorat Kerja Sama Militer Internasional Kementerian Pertahanan Nasional RRT. Prabowo juga disambut Wakil Kepala Perwakilan RI Listyowati dan jajaran KBRI Beijing.

Kunjungan Prabowo direncanakan berlangsung selama tiga hari dengan jadwal bertemu Menteri Pertahanan Nasional RRT Jenderal Wei Fenghe dan Wakil Ketua Komisi Militer Pusat RRT Jenderal Xu Qiliang. Prabowo juga dijadwalkan berkunjung ke State Administration for Science, Technology and Industry for National Defense (SASTIND) yang membawahi semua industri strategis dan pertahanan di China.

"Dalam kunjungan pertamanya ke RRT ini, Menhan Prabowo Subianto akan membahas upaya-upaya yang dapat dilakukan bersama untuk meningkatkan kerja sama di bidang pertahanan. Indonesia dan Tiongkok selama ini telah menjalin kerja sama yang baik di bidang pertahanan, baik secara bilateral maupun dalam kerangka regional. Tiongkok juga menjadi salah satu mitra Indonesia dalam modernisasi sistem pertahanan," bunyi keterangan tertulis KBRI Beijing, Senin (16/12/2019).

Dalam kunjungan ke Beijing, Prabowo didampingi Inspektur Jenderal Kemenhan, Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Kemenhan, Staf Ahli Menhan bidang Keamanan, Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional, Panglima Komando Operasi TNI AU 2, Komandan Pusat Persenjataan Kavaleri TNI AD dan Komandan Pusat Persenjataan Artileri MedanTNI AD.

Turut mendampingi Prabowo yakni Komandan Pusat Persenjataan Artileri Pertahanan Udara TNI AD, Panglima Komando Armada 1 TNI AL dan Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI AL. Selain pejabat Kemenhan dan perwira tinggi TNI tersebut, Prabowo Subianto juga didampingi penasihat, yaitu Sjafrie Sjamsoeddin dan Suryo Prabowo. […]

Dari republika.co.id:

[…] Prabowo Bertemu Jenderal Cina Bahas Isu Pertahanan

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, Senin (16/12) melakukan dua pertemuan dengan mitranya di Cina. Menhan Prabowo Subianto bertemu dengan pimpinan Kementerian Pertahanan Nasional Cina dan State Administration for Science, Technology and Industry for National Defense (SASTIND).

''Tujuan utama kedua pertemuan ini adalah untuk membicarakan upaya-upaya peningkatan kerja sama di bidang pertahanan,'' sebut laporan KBRI Beijing dalam rilisnya yang diterima Republika.co.id, Senin (16/12).

Menhan Prabowo Subianto melakukan pertemuan resmi dengan Menteri Pertahanan Nasional Cina, Jenderal Wei Fenghe di gedung utama Kementerian Pertahanan Nasional RRC di kawasan Deshengmen, Beijing, Senin. Kedatangan Menhan Prabowo Subianto disambut dengan upacara militer oleh Menhan Jenderal Wei Fenghe dan pasukan kawal kehormatan People’s Liberation Army (PLA).

Ini merupakan pertemuan kedua kalinya setelah sebelumnya mereka berjumpa saat 6th ASEAN Defence Ministers’ Meeting Plus di Bangkok, Thailand, pada 18 November 2019. Berbekal status hubungan bilateral yang telah mencapai Kemitraan Strategis Komprehensif, Prabowo yakin kedua negara dapat memperluas area kerja sama di bidang pertahanan dan militer.

''Dialog yang bersahabat dan cair antara dua rekan sejawat ini membahas tentang berbagai isu terkait pertahanan negara, kerja sama kedua angkatan bersenjata Indonesia dan Cina, serta masalah stabilitas dan keamanan kawasan,'' sebut laporan KBRI Beijing.

Dalam pertemuan dengan SASTIND, Prabowo berdialog dengan Deputi Direktur Jenderal SASTIND, Xu Zhanbin yang didampingi wakil-wakil BUMN industri strategis Cina. Industri strategis Cina yang hadir antara lain adalah China Precision Machinery Import-Export Corporation (CPMIEC), Norinco, dan China Electronics Technology Group Corporation (CETC) yang memaparkan pengalaman mereka di Indonesia dan negara-negara lain.

''Tentunya dialog dengan SASTIND membahas kemungkinan kerja sama industri pertahanan dengan Cina,'' sebutnya. ''Industri pertahanan Cina telah terbukti dapat memenuhi hampir semua kebutuhan pertahanan negara RRC.''

Dalam dua pertemuan ini, Menhan RI didampingi oleh Duta Besar RI, Djauhari Oratmangun; Atase Pertahanan KBRI Beijing, Brigadir Jenderal Kuat Budiman; Sjafrie Sjamsoeddin, dan Suryo Prabowo serta delegasi yang terdiri dari pejabat tinggi Kemenhan dan TNI. […]

Dari okezone.com:

[…] Menhan Prabowo Bertemu Pimpinan Komisi Militer Pusat China

BEIJING – Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto bertemu Wakil Ketua Komisi Militer Pusat China (CMC), Jenderal Xu Qiliang. Pertemuan itu sekaligus mengakhiri kunjungan kerja Prabowo selama empat hari di negeri Tirai Bambu.

Pada pertemuan yang digelar di Markas Besar Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China di Beijing, Rabu, 18 Desember 2019 itu, Prabowo menyampaikan keinginannya untuk memperdalam hubungan persahabatan dengan China.


“Tentunya di bidang pertahanan dan militer, hal ini diwujudkan dengan penguatan dialog dan kerja sama kedua pihak serta dalam upaya menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan,” kata Duta Besar RI untuk China, Djauhari Oratmangun, menukil dari laman iNews.id, Kamis (19/12/2019).

Sementara, Jenderal Xu Qiliang pada kesempatan itu mengungkapkan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping dan Presiden Joko Widodo (Jokowi), kemitraan strategis komprehensif antara Indonesia dan China telah berkembang pesat. Kerja sama pertahanan dan militer kata dia, merupakan bagian terpenting dari hubungan antarkedua negara.

Oleh karenanya, Xu Qiliang berharap kerja sama pragmatis kedua pihak terutama jika dikaitkan dengan peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-China pada 2020 mendatang akan semakin meningkat.

Saat bertemu Wakil Ketua CMC, Prabowo turut didampingi Atase Pertahanan Kedutaan Besar RI di Beijing, Brigadir Jenderal TNI Kuat Budiman, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Suryo Prabowo.

Sementara beberapa delegasi dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan Mabes TNI berkesempatan mengunjungi beberapa industri strategis China di Beijing. Kunjungan itu sebagai upaya pendalaman dari pertemuan Prabowo dengan Menteri Pertahanan Nasional China, Jenderal Wei Fenghe, dan Deputi Direktur Jenderal Lembaga Nasional untuk Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Industri Pertahanan China (SASTIND), Xu Zhanbin, pada Senin (16/12/2019) lalu.

Seusai merampungkan rangkaian kunjungan kerjanya di ibu kota China, mantan Danjen Kopassus itu langsung bertolak menuju ke Tokyo, Jepang. […]


Dari kutipan pemberitaan itu diketahui bahwa kedatangan Prabowo ke China lebih membahas potensi kerja sama di bidang pertahanan antara Indonesia-China,
Sumber : https://cekfakta.com/focus/3445

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pencarian itu maka dapat dikatakan bahwa isu Menhan Prabowo ditekan untuk membeli pesawat tempur China tidak benar. Sebab, pembahasan Prabowo ke China lebih membahas kerja sama di bidang pertahanan antara Indonesia-China secara umum, tidak spesifik soal pembelian pesawat tempur. Berdasarkan hal itu, maka dapat disimpulkan bahwa konten tersebut masuk ke dalam kategori Misleading Content atau Konten yang Menyesatkan.

RUJUKAN

https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1063390923993442/
https://turnbackhoax.id/2019/12/20/salah-menhan-prabowo-ditekan-untuk-beli-pesawat-tempur-dari-china/
https://www.wartaekonomi.co.id/read262536/viral-prabowo-ditekan-china-beli-pesawat-tempur-hoaks.html
https://www.antvklik.com/en/headline/benarkah-china-tekan-prabowo-agar-beli-pesawat-tempur-mereka
https://www.viva.co.id/berita/nasional/1192864-viral-menhan-prabowo-ditekan-harus-beli-pesawat-tempur-china
https://news.detik.com/berita/d-4824052/menhan-prabowo-terbang-ke-china-bahas-peningkatan-kerja-sama-pertahanan
https://nasional.republika.co.id/berita/q2m3t3257/prabowo-bertemu-jenderal-cina-bahas-isu-pertahanan
https://nasional.okezone.com/read/2019/12/19/337/2143670/menhan-prabowo-bertemu-pimpinan-komisi-militer-pusat-china
http://www.xinhuanet.com/english/2019-12/16/c_138635924.htm

Kebangkitan Yesus pada Hari Ketiga atau Sesudah Hari Ketiga?


BLOGGERNES - Kronologis Kebangkitan Tuhan Yesus Kristus yang Perlu Anda Ketahui.

Pertanyaan:

Saya ingin bertanya mengenai kebangkitan Tuhan Yesus di dalam Matius 16:21 dan Markus 8:31, yang kelihatannya berbeda. di dalam Matius 16:21, disebutkan “… dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga,” sedangkan di Markus 8:31, “… dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari.”


Bukankah hari ketiga dan sesudah tiga hari memiliki arti dan makna yang berbeda? Bagaimana menjelaskan hal ini yang kelihatannya ada perbedaan?

Jawaban:


Dua kalimat di atas kelihatannya bertentangan dan menimbulkan tanggapan yang berbeda bagi pembaca. Benarkah Tuhan Yesus dibangkitkan pada hari ketiga, ataukah bangkit sesudah tiga hari? Apakah kedua kalimat tersebut, memiliki kesamaan arti atau makna yang berbeda?

Untuk mengetahuinya, kita perlu melihat dari tradisi orang Yahudi mengenai konsep hari dan kronologis penyaliban Tuhan Yesus.

Ada yang beranggapan bahwa Tuhan Yesus mati pada hari Rabu dan bangkit sesudah hari ketiga, yakni pada hari keempat, hari Minggu.

Bukti yang digunakan berdasarkan Matius 12:40, “… Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.” Jadi Yesus mati dan dikuburkan selama 72 jam, tiga hari dan tiga malam. Argumen tersebut menolak bahwa Yesus mati pada hari Jumat Agung. Benarkah demikian?

Perhitungan hari dalam budaya Yahudi, didasarkan pada Referensi ayat Alkitab pada kisah penciptaan yang tertulis dalam kitab kejadian 1, yakni “Jadilah petang dan jadilah pagi.”

Menurut penafsiran rabinik klasik atas teks ini, satu hari bagi orang Yahudi dimulai dari matahari terbenam yakni petang, hingga keesokan hari matahari terbenam, yakni petang. Memasuki hari dimulai pukul 06.00 sore sampai 06.00 sore.

Berbeda dengan konsep perhitungan hari pada umumnya termasuk di Indonesia, dalam memasuki hari berikutnya, dimulai pukul 00.00 dini hari sampai keesokkan harinya pukul 00.00 pada dini hari. Selain itu, dalam budaya Yahudi satu hari tidak mempunyai panjang yang tetap. Bagian dari satu hari, sependek apa pun, akan tetap dihitung sebagai satu hari penuh.

Jadi, tidak harus 24 jam lantas disebut satu hari, hanya terhitung beberapa jam saja, sudah dihitung satu hari.

Hal ini terlihat dalam kisah Ester ketika ia akan berpuasa menghadap Raja (Ester 4:16-5:1). Ester meminta seluruh bangsanya untuk berpuasa tiga hari lamanya, di waktu malam maupun waktu siang, namun pada hari ketiga ia menemui Raja. Meski Ester berpuasa bukan tiga hari penuh, tetapi terhitung tiga hari lamanya berpuasa.

Berdasarkan konsep waktu Yahudi ini, maka dapat ditemukan kronologis kebangkitan Tuhan Yesus Kristus, apakah bangkit pada hari ketiga ataukah sesudah hari ketiga. Namun faktanya Tuhan Yesus benar-benar mati disalibkan.

Kronologis penyaliban diawali pada penderitaanNya. Pada hari Kamis, dalam menyambut Paskah, Tuhan Yesus menyuruh murid-murid untuk mempersiapkan Perjamuan Paskah (Mat 26:17-24). Selanjutnya, Perjamuan Paskah terlaksana pada malam hari, di mana telah memasuki hari Paskah, hari Jumat.

Setelah Perjamuan, Tuhan Yesus berdoa di Taman Getsemani, kemudian Ia ditangkap (Mat 26:36-56). Lalu Yesus dibawa ke hadapan Mahkamah Agama. Di sinilah penderitaan Yesus dimulai. Ia dihakimi, dianiaya, diolok-olok, dsbnya. Pukul sembilan Yesus disalibkan (Mrk 15:25).

Hari itu, masih di hari Jumat, hari Paskah dan pada jam 12 siang setelah Tuhan Yesus tergantung di atas Kayu Salib, kegelapan pun terjadi hingga jam tiga Yesus mati diatas Kayu Salib, inilah hari pertama. Pada petang, sebelum memasuki hari Sabat, hari Sabtu, Yesus dikuburkan (Mrk 15:42).

Hari Sabat dimulai pada jam enam petang, itulah hari kedua. Pada hari Sabat, hari peristirahatan (Luk 23:56b), Yesus telah dikuburkan. Pada hari ketiga Yesus sudah bangkit (Mat 28:1).

Jadi, dibangkitkan pada hari ketiga dan bangkit sesudah tiga hari adalah sama artinya (Mat 27:62, 28:1); menunjuk kepada Tuhan Yesus bangkit pada hari pertama. Namun, yang terpenting Tuhan Yesus sudah mati dan bangkit, kasihNya memerdekakan kita.


Ingatlah, bahwa Kristus sudah bangkit dan kebangkitan-Nya tidak hanya mengalahkan maut, tetapi juga membawa kita untuk menikmati janji-janji-Nya dalam kehidupan kekal yang sudah disediakan-Nya bagi orang yang bertahan hingga akhir hidup mereka.

BangkitNya Tuhan Yesus pada hari ketiga atau sesudah hari ketiga, tidaklah perlu dipersoalkan sebab hal itu memiliki arti yang sama menurut konsep Yahudi.




Julian Tamaka/FokusHidup.com/Kristianitas.com

Tentang Penunggang Kuda Putih dalam Kitab Wahyu


7 HAL TENTANG SOSOK PENUNGGANG KUDA PUTIH DALAM KITAB WAHYU YANG PERLU ANDA KETAHUI

BLOGGERNES - Kitab Wahyu berisi tentang penglihatan Yohanes yang akan terjadi pada masa-masa yang akan datang hingga kerajaan seribu tahun, bahkan sampai kepada LB3 (langit baru bumi baru). Di antara penjelasan mengenai kesudahan zaman hingga kekekalan, diselipkan kisah dahsyat akan kedatangan-Nya. Seperti apa gambaran kedatangan-Nya itu? Artikel tentang sosok penunggang kuda putih ini, dibuat dalam upaya menggambarkan kedatangan Kristus kedua kali yang begitu dahsyat.

Kitab Wahyu ini mengingatkan kepada kita akan kedahsyatan dan kemahakuasaan Tuhan pada kesudahan zaman, sekaligus rencana-Nya yang indah, mahkota yang disediakan bagi mereka yang bisa mengakhiri pertandingan iman dengan baik, dan memiliki tempat tinggal di Sorga yang kekal.


Sebagaimana Tuhan Yesus pernah mengatakan bahwa Ia akan kembali ke tempat-Nya yang semula yakni takhta Allah yang Kudus dan menyediakan tempat bagi orang percaya (Yoh 14:1-3). Maka kita akan mendapat tempat di kehidupan kekal.


Setiap orang percaya pasti menanti-nantikan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali dan merindukan Kristus datang sebagai Hakim dan Raja.


Kedatangan Kristus kedua kali ini, berbeda dengan peristiwa kedatangan Kristus pertama kali ke dalam dunia. Jika kedatangan-Nya ke dalam dunia menjadi manusia, maka kedatangan yang kedua kali, Kristus datang sebagai Raja yang akan memerintah bangsa-bangsa.


Namun yang menjadi pertanyaan, siapakah sosok penunggang kuda putih dalam Wahyu 6:2 dan 19:11-16? Atau, apakah penunggang kuda putih dalam Wahyu 6:2 dan 19:11-16 adalah penunggang yang sama? Seperti apakah kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali itu? Simak penjelasan di bawah ini.


1. Gambaran Sosok Penunggang Kuda Putih dalam Wahyu 19:11-16

Khusus di dalam nats ini, Yohanes menjelaskan mengenai penunggang kuda putih. Di sini Yohanes melihat sorga terbuka dan munculah kuda putih dan penunggang-Nya, “Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya ….” (ay. 11).

Gambaran dari sosok sang penunggang kuda putih ialah:
  • Yang Setia dan yang Benar.
  • Menghakimi dan berperang dengan adil
  • MataNya bagaikan nyala api
  • Kepala-Nya banyak mahkota
  • Memakai jubah yang telah dicelup dalam darah
  • NamaNya Firman Allah
  • Ia memiliki pasukan bala tentara Sorga yang mengikuti-Nya
  • Dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam
  • Menggembalakan dengan gada besi
  • Pada jubah dan pahaNya tertulis Raja segala raja

2. Perbedaan Penunggang Kuda Putih dalam Wahyu 6:2 dan 19:11-16

Sebelum menjelaskan tentang kedahsyatan Tuhan Yesus sebagai penunggang kuda putih, terlebih dahulu kita harus mengetahui perbandingannya dengan penunggang kuda putih dalam Wahyu 6:2. Hal ini perlu diketahui sebab ada banyak orang salah tafsir tentang siapa penunggang kuda putih di dalam dalam Wahyu 6:2 ini.

Perbedaannya:

Wahyu 6:2

  • Penunggang sebuah panah
  • Dikaruniakan sebuah mahkota
  • Maju sebagai pemenang
  • Untuk merebut kemenangan

Wahyu 19:11-16

  • Ia disebut Setia dan Benar (ay. 11)
  • Ia Memiliki banyak mahkota (ay. 12)
  • Ia menghakimi dan berperang dengan adil (ay. 11),tentu sudah meraih kemenangan.
  • Ia adalah Firman Allah (ay. 13)
  • Raja yang berkuasa, membinasakan, dan menggembalakan dengan gada besi, dan memerintah (ay. 14-16)

Selain itu, jika melihat konteks nats ini, bahwa Wahyu 6:2 merupakan meterai pertama yang dibuka oleh Anak Domba yang adalah Tuhan Yesus sendiri. Yang menjadi pertimbangan, apakah Tuhan Yesus yang membuka meterai, kemudian langsung menunggang kuda putih, dan balik lagi membuka meterai selanjutnya?


 

3. Gambaran Kedua Sosok Penunggang Kuda Putih

Penunggang kuda putih dalam Wahyu 19:11-16, digambarkan sebagai yang Setia dan yang Benar, mata-Nya bagaikan nyala api, kepala-Nya banyak mahkota, memakai jubah yang telah dicelup dalam darah, nama-Nya Firman Allah, memiliki pasukan bala tentara Sorga, dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam, menggembalakan dengan gada besi, dan pada jubah dan paha-Nya tertulis Raja segala raja.


Sosok penunggang kuda putih yang begitu mengagumkan dan luar biasa ini, penunggangnya tidak lain adalah Tuhan Yesus Kristus sendiri. Sebab Yesus digambarkan sebagai Sang Pribadi yang setia dan benar, Sang Hakim dan panglima perang yang berperang dengan adil, Sang Raja yang dahsyat, Sang Penguasa atau Tuhan yang adalah Allah yang hidup.


Di dalam Wahyu 19:11-16, Yesus adalah Sang Penunggang kuda putih, sedangkan di dalam Wahyu 6:2 ada yang menafsirkan bahwa itu adalah Tuhan Yesus sebagai penunggangnya, namun bila diperhatikan akan terlihat perbedaan yang jelas.


Pertama, di dalam Wahyu 6:2, sang penunggang membawa panah, sedangkan Yesus disebut memakai pedang tajam yang keluar dari mulut-Nya.


Kedua, penunggang kuda putih itu dikaruniakan sebuah mahkota, sedangkan Yesus disebut memiliki banyak mahkota di kepala-Nya.


Ketiga, penunggang kuda putih itu maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan, sedangkan Yesus tidak lagi merebut kemenangan sebab kemenangan sudah ada di tangan-Nya. Ia datang untuk menghakimi dan memerintah sebagai Raja Kekal.


Keempat, meterai itu dibuka oleh Sang Anak Domba yang adalah Tuhan Yesus sendiri, maka tidak mungkin Tuhan Yesus yang membuka meterai pertama itu, lantas langsung menunggang kuda putih dan balik lagi membuka meterai kedua.

Penjelasan yang tepat di sini, bahwa Tuhan Yesus bukan penunggang kuda putih dalam Wahyu 6:2, melainkan Ia adalah penunggang kuda putih dalam Wahyu 19:11-16.


4. Sosok Penunggang Kuda Putih dalam Wahyu 6:2


Jika kita melihat dengan seksama berdasarkan penafsiran futuris bahwa Wahyu 6 dan seterusnya, tentu berbicara tentang peristiwa yang akan terjadi pada akhir zaman yang diawali dengan Anak Domba membuka meterai.



Ada dua pandangan yang berbeda mengenai sosok penunggang kuda putih sesuai dengan penafsiran masing-masing, yakni ada yang mengatakan antrikris dan ada yang mengatakan sebagai gelombang perkembangan gereja Tuhan.




Pandangan pertama mengenai sosok penunggang kuda putih pada Wahyu 6:2 tersebut mengatakan bahwa sosok ini merupakan Antikris atau anti Kristus. Alasannya:



  • Kuda putih sebagai yang pertama dari keempat kuda harus dilihat sebagai bagian dari kuasa perang, kelaparan, dan kematian.
  • Kuda ini dipakai untuk berperang dan busur panah adalah senjata untuk membunuh.
  • Penunggang kuda putih mempunyai senjata busur panah bukan pedang seperti digambarkan dalam Wahyu 19:15.
  • Kuda putih berpakaian biasa tidak memakai jubah putih seperti dalam Wahyu 1:13.
  • Dikaruniakan sebuah mahkota sedang Kristus memiliki banyak mahkota.
  • Tampil sebagai pemenang untuk merebut kemenangan, sedangkan Kristus sudah menang dan Ia datang kedua kali untuk menghakimi dan memerintah sebagai Raja kekal.

Kaitannya dengan antikris sebab masa kesudahan zaman diawali dengan kekuasaan antikris akan dunia ini. Masa ini adalah masa antikris memerintah. Dalam Matius 24:15, Antikris tampil di bait Allah. Namun roh antikris juga muncul sejak zaman PB. Hal ini termasuk guru-guru palsu, nabi palsu, Mesias palsu, dan Kristus palsu.


Pandangan ini juga beranggapan bahwa munculnya kuda putih dan ketiga kuda lainnya adalah rentetetan peristiwa kesudahan zaman yang dimulai dari munculnya kuda putih sebagai antikris yang memerintah atau roh antikris yang menyesatkan.


Selain itu, pandangan futuris juga beranggapan, kesudahan ini atau muncul keempat penunggang kuda yang dimulai dalam Wahyu 6, belumlah terjadi. Ini masa anugerah atau masa kasih karunia yang diberikan kepada gereja Tuhan. Wahyu 1 – 4, yakni ketujuh Jemaat, dianggap merupakan keberadaan gereja Tuhan di zaman akhir. Orang percaya saat ini, hidup di zaman akhir dan memasuki akhir zaman yang dimulai pada Wahyu 6, di mana kesudahan alam semesta terjadi.


Nah, kesudahan zaman terjadi yang dimulai pada Wahyu 6, yang diawali munculnya antikris sebagai penunggang kuda putih dalam Wahyu 6:2 ini, kemudian diikuti (tidak bersamaan) kuda merah, kuda hitam, dan kuda hijau kuning (Why. 6:3-8).


Pandangan kedua mengenai sosok penunggang kuda putih pada Wahyu 6:2 tersebut mengatakan bahwa sosok ini merupakan perkembangan masa Gereja Tuhan. Alasannya:


  • Peristiwa akhir zaman telah dimulai pada kedatangan Kristus pertama kali
  • Kuda putih menggambarkan munculnya kekristenan yang mewarnai dunia
  • Kuda putih meraih kemenangan menggambar kekristenan yang mendunia
  • Kemenangan di sini Kekristenan mengubah dunia pada perdamaian dan kebangunan rohani
  • Kuda putih adalah masa di mana gereja meraih kemenangan

Kuda putih dianggap sebagai gelombang kekristenan yang membawa kedamaian bagi dunia dan masa kejayaan gereja di bumi ini, di mana Injil disebarluaskan dan merebut kemenangan yang dahsyat, melalui gambaran kebangunan rohani terjadi di berbagai belahan dunia. Juga dibarengi pertumbuhan populasi kekristenan di dunia.

Namun kemudian selain kuda putih diikuti kedatangan kuda yang lain, yang memasuki fase penghancuran dunia atau akhir zaman.


Tidak ada yang tahu persis siapa sosok penunggang kuda putih di dalam Wahyu 6:2 ini, bisa juga lebih mungkin ini adalah perkembangan kekristenan yang mendunia. Tetapi tentu penunggang di sini bukan Tuhan Yesus, sebab kedatangan-Nya kedua kali digambarkan dalam Wahyu 19:11-16.


Rentetan peristiwa akhir zaman mulai terjadi, menunjukkan bahwa kesudahan mulai semakin dekat dan kita pun harus berjaga-jaga.


5. Sosok Penunggang Kuda Putih dalam Wahyu 19:11-16


Penungang kuda putih di sini digambarkan sosok yang hebat, dahsyat, dan luar biasa sebagaimana digambarkan di atas. Melihat dari ciri-ciri atau gambaran sosok-Nya, maka jelas bahwa penunggang kuda putih di sini ialah Tuhan Yesus Kristus yang datang kedua kalinya dengan segala kedahsyatan, kemahakuasaan, keaguangan, ketegasan, kemurkaan, keadilan, kejayaan, dan kekekalan-Nya.


Pribadi Yesus digambarkan di sini sebagai:
  • Sang Pribadi yang setia dan benar. (ay. 11)
  • Sang Hakim dan panglima perang yang berperang dengan adil. (ay. 11,14)
  • Sang Raja yang dahsyat (ay 12, 15-16)
  • Sang Penguasa atau Tuhan yang adalah Allah yang hidup (ay. 13, 15)

6. Perbandingan Kedatangan Kristus Pertama dan Kedua Kali

Timotius Subekti dalam bukunya Kitab Wahyu Rahasia Akhir Zaman 3, menggambarkan perbandingan Kedatangan Kristus pertama kali dan kedua kali:

Kedatangan Kristus pertama kali

  • Langit terbuka (Mat:13)
  • Datang menunggangi seekor keledai (Za 9:9, Luk. 10:34)
  • Diberi mahkota duri (Mat 27:29)
  • Dengan tubuh yang berlumuran darah (Yoh 19:34).

Kedatangan Kristus Kedua Kali

  • Langit terbuka (Why. 19:11)
  • Datang menunggangi seekor kuda putih (Why 19:11)
  • Dengan banyak mahkota di kepalaNya
  • Dengan pakaian yang berlumuran darah.

7. Perbandingan empat Kedudukan Tuhan Yesus

Perbandingan empat kedudukan Tuhan Yesus pada masa kedatangannya pertama kali dan kedatangannya kedua kali, sebagai berikut.

Kedatangan Kristus pertama kali:

  • Sebagai Hamba: Dia ditolak sebagai nabi = hamba Allah, yang memberitakan kebenaran (Yoh. 8:40,45). Mereka berkata: “dari Galilea tidak terbit seorang nabipun!” (Yoh. 7:52)
  • Sebagai Anak Manusia: Dia dianiayakan! Sengsara sebagai manusia. PengakuanNya sebagaiAllah yang menyebabkan Yesus harus menerima mahkota duri!
  • Sebagai Allah: Dia disalibkan sehingga mengeluarkan darah (Mat. 26:63-6; 27:43), sebab pernyataanNya sebagai Allah!
  • Sebagai Raja: Ia dipermainkan oleh tentara-tentara Roma dan penghulu-penghulu Yahudi (Mat 27:27-31).

Kedatangan Kristus Kedua Kali:

  • Sebagai Hamba: Dia diberi wewenang untuk menghukum, sebab Dialah yang tahu siapa yang mau menerimaNya dan yang menolakNya (Why. 19:11). Hamba itu akan menjadi hakim yang besar.
  • Sebagai Anak Manusia: Dia menunjukkan diri sebagai pemenang atas maut dan karena itu Dia datang dengan memakai mahkota banyak! (Why. 19:12)
  • Sebagai Firman = Allah – Dia akan datang untuk membinasakan mereka yang melawan Firman, sehingga darah mengalir (19:13)
  • Sebagai Raja: Ia akan datang dengan kemurkaan yang besar atas mereka yang mempermainkanNya (19:15-16).


Kesimpulan

Alasan dari pendapat penunggang kuda putih dalam Wahyu 6:2 ialah antikris (anti Kristus) atau nabi palsu, sebab kuda putih sebagai yang pertama dari ketujuh meterai yang dibuka oleh Tuhan Yesus, merupakan bagian dari penyesatan, kuasa perang, kelaparan, dan kematian.

Jadi penunggang kuda putih tersebut datang untuk meraih kemenangan dengan menyesatkan bangsa-bangsa melalui pemerintahannya sebagai Antikris. Meterai pertama dilihat sebagai tampilnya Antikris sebagai penguasa dunia di mana dalam Matius 24:15, Antikris tampil di bait Allah yang sudah dibangun, yakni bait Allah ketiga.


Namun penunggang kuda putih bisa ditafsirkan sebagai masa gereja berkembang dan meraih kemenangan, di mana Injil disebarluaskan dan gereja terus bertumbuh hingga mendunia. Penafsiran ini lebih mendekati sebab tak bisa dipungkiri sejarah dunia telah mengukir jelas mengenai perkembangan gereja di dunia.


Bila penunggang kuda putih dalam Wahyu 6:2 adalah mengenai perkembangan gereja secara global, penunggang kuda putih dalam 19:11-16 mengenai kedatangan Kristus kedua kali. Tuhan Yesuslah yang datang kedua kali dengan menyatakan dir Sebagai Tuhan, Hakim, dan Raja.


Kedatangan Kristus Kedua Kali sangat jelas yakni langit terbuka dan Ia menunggangi seekor kuda putih, dengan mata-Nya bagaikan nyala api dan banyak mahkota di kepalaNya. Ia datang dengan kedahsyatan untuk menghakimi dan memerintah sebagai Raja yang kekal.



Kristianitas.com

Kehebatan Kristus dalam KedatanganNya Kedua Kali



3 Kehabatan Kristus dalam kedatangan-Nya yang kedua kali.

Sebelumnya telah dibahas sosok penunggang kuda putih dalam wahyu 19:11-16, merupakan kedatangan Kristus yang kedua kali untuk menghakimi dan memerintah dengan penuh kemuliaan dan ketegasan. Artikel ini membahas tentang kehebatan Kristus dalam kedatangan-Nya kedua kali.

BLOGGERNES - Yang menjadi pertanyaan adalah apa sajakah kehebatan dari sosok penunggang kuda putih yang adalah Kristus itu sendiri? Atau, apa sajakah yang akan dilakukan Tuhan Yesus pada kedatangan-Nya yang kedua kali?

Jika kita membaca Wahyu 19:11-16, paling tidak kita menemukan hal mengesankan mengenai 3 kehebatan Kristus dalam Kedatangan-Nya Kedua Kali Sang Penunggang kuda putih, yakni Ia menyatakan diri sebagai Tuhan, Hakim, dan Raja yang kekal.

1. Kehebatan Kristus dalam Kedatangan-Nya ialah Menyatakan Diri-Nya Sebagai Tuhan (Ay 11-13)


Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: ‘Yang Setia dan Yang Benar’, Ia menghakimi dan berperang dengan adil. Dan mata-Nya bagaikan nyala api dan di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota dan pada-Nya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorang pun, kecuali Ia sendiri.

Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: “Firman Allah”
(ay. 11-13)

Yang perlu kita ketahui terlebih dahulu mengenai kehebatan Kristus Sang Penunggang kuda putih ialah Ia datang sebagai Tuhan yang mulia. Ia adalah Tuhan yang mulia dan kehebatannya dahsyat dan sangat luar biasa.

Beberapa sifat dan gambaran kehebatan Kristus yang adalah Tuhan yang mulia:

- Ia Tuhan yang memiliki sifat ilahi yaitu yang setia dan benar.
Sifat Allah yang sejati adalah setia dan benar (Yun: πιστὸς καὶ ἀληθινός, pistos kai alethinos), dimiliki oleh Sang Penunggang tersebut. BIS menerjemahkan, “Penunggang-Nya bernama Sang Setia dan Sang Benar.”

Hal ini menunjuk kepada pribadi penunggang tersebut yang adalah Tuhan yang mulia, sebab ia disebut “Yang Setia dan Yang Benar”. Beberapa ayat Alkitab menyatakan bahwa Tuhan itu setia dan benar, yakni di dalam Ulangan 32:4; 1 Korintus 1:9; 1 Tesalonika 5:24; 2 Tesalonika 3:3; 2 Timotius 2:13; 1 Yohanes 1:9; 5:20; Titus 1:2; 12 Timotius 2:13.

- Mata-Nya bagaikan nyala api
Bukti lain bahwa penunggang kuda ini adalah Kristus sebab sama seperti yang digambarkan oleh Yohanes dalam Wahyu 1:14. Peter Wongso mengatakan, “Mata-Nya bagaikan nyala api, yang menunjukkan pemikiran serta motivasi Tuhan di dalam menyelidiki hati manusia.” Dengan kata lain, Ia menyelidiki atau mengetahui hati setiap orang.

- Dikepala-Nya Terdapat Banyak Mahkota
Kristus sang penunggang kuda putih memiliki banyak mahkota di kepala-Nya. Peter wongso menjelaskan “Mahkota adalah tanda kemenangan, banyak mahkota menyatakan bahwa Ia menang atas segala pencobaan.”

Sedangkan menurut Henky B. takdare mengatakan, “Kenapa bermahkota banyak? Karena mahkota ini Ia karuniakan kepada orang yang menang sampai pada ajalnya (2 Tim 4:6-8; Mat 24:13; Yak 1:12).”

Apapun alasan mahkota-Nya yang banyak, yang pasti Ia Sang Penunggang Kuda memiliki banyak mahkota yang menggambarkan keberadaanNya sebagai Tuhan yang penuh dengan kemuliaan dan kedahsyatan. Bahkan nama-Nya tidak diketahui seorang pun, kecuali Dia.

- Memakai Jubah yang Telah Dicelup dalam Darah
Kehebatan Sang Penunggang kuda putih lainnya, Ia telah meraih kemenangan sebagai Tuhan Allah yang mulia dan dahsyat. Kata “Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah”, dalam terjemahan BIS, “Jubah yang dipakai-Nya telah dicelup dalam darah.”

Darah di sini bukan darah dari salib mengenai pengorbananNya atas manusia, mlainkan darah para musuh-Nya (Yes 63:1-6; Why. 14:20). Noda merah di jubah-Nya bukan darah-Nya sendiri tetapi darah para musuh-Nya. JubahNya yang telah dicelup darah, menggambarkan peperangan yang diakhiri dengan kemenangan besar yang diperoleh dari perang yang adil.

- Dialah Firman Allah

Disebutkan Yohanes bahwa nama-Nya ialah: “Firman Allah.” Menunjuk kepada tulisannya sendiri dalam Yohanes 1:1,14, bahwa Firman itu adalah Allah dan Firman itu telah menjadi manusia. Jelas di sini Sang Penunggang itu adalah Firman Allah atau Allah sendiri. Dialah Tuhan Yesus Kristus Sang Penguasa, Sang Pencipta, dan Sang Pemenang. Dialah Tuhan yang mulia.

Berdasarkan gambaran di atas maka kita seharusnya meningkatkan pengharapan dan iman kita bahwa Kristus yang kita sembah adalah Tuhan yang mulia, Mahakuasa, dan kemenangan ada di dalam tangan-Nya. Karena itu jangan kita takut dan kuatir tetapi teruslah berharap dan berpegang pada Firman atau janji-Nya.

 

2. Kehebatan Kristus dalam Kedatangan-Nya Ialah Menyatakan Diri-Nya Sebagai Hakim (Ay 11,14-15a)

Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: “Yang Setia dan Yang Benar”, Ia menghakimi dan berperang dengan adil. Dan semua pasukan yang di sorga mengikuti Dia; mereka menunggang kuda putih dan memakai lenan halus yang putih bersih. Dan dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa.
 

Hal kedua mengenai kehebatan sang penunggang kuda putih ialah Ia datang bukan hanya sebagai Tuhan tetapi juga datang sebagai hakim. Kehebatan Kristus yang adalah sosok penunggang kuda putih dalam nats ini adalah Ia memiliki otoritas dan kuasa untuk menghakimi dan menghukum serta berperang dengan adil.

Artinya Ia adil dalam penghakiman-Nya dan tidak ada sedikit pun sifat kecurangan-Nya dalam meraih kemenangan di medan peperangan. BIS menerjemahkan, “Ia adil dalam memutuskan hukuman dan dalam peperangan yang dilakukan-Nya.” Jelas Kristus adalah hakim yang adil karena sifatnya yang adil.

Ia layak menghakimi, dan tidak berlaku curang dalam peperangan melawan Iblis dan pasukannya. Bahkan, Ia menang atas peperangan itu (Why 19:17-21). Menang atas perang Harmageddon! Di medan peperangan Kristus sebagai hakim dan panglima perang memimpin pasukan yang mengikuti Dia dan memakai jubah kain lenan halus dan Ia pun menang.

– Pasukan yang Di Sorga mengikuti DiaKata “Dan semua pasukan yang di sorga mengikuti Dia; mereka menunggang kuda putih,” Bis menerjemahkan, “Angkatan perang surga mengikuti Dia dengan menunggang kuda-kuda putih.” Di sini Tuhan Yesus sebagai pemimpin atau panglima yang memimpin bala tentara-Nya. Tentara Allah ini mengikuti dia. Siapakah bala tentara sorga itu?

William Hendriksen berpendapat bahwa “Pada kedatangan-Nya yang kedua, bala tentara sorga, yaitu para malaikat kudus, menyertai Dia (Mat. 25:31). Karena mereka adalah para malaikat kudus, mereka berpakaian lenan halus yang putih bersih (Wahyu 15:6).”

Namun, di dalam Wahyu 19:8 ternyata para martir atau orang percaya dikaruniakan pakaian lenan halus, maka bisa dikatakan bahwa pasukan Kristus itu adalah orang percaya.Untuk hal ini, kita dapat sependapat dengan Simon J. Kistemar yang mengatakan bahwa, “Pasukan sorgawi ini terdiri dari para malaikat dan orang-orang kudus, sebab keduanya mengiringi Tuhan Yesus pada kedatangan-Nya yang kedua, dan keduanya hadir pada waktu penghakiman (Mat. 24:31; Mrk. 13:27; Luk. 9:26; 1 Tes. 4:13-18; 2 Tes 1:7-10).”
 

– Keluar sebilah pedang dari Mulut-Nya
William Hendriksen mengatakan “Pedang dari mulutNya bukan kisah Injil yang memberi penghiburan. Pedang ini melambangkan kebinasaan, seperti yang jelas dinyatakan oleh seluruh konteksnya.”

Peter Wongso juga menyebutkan, “Dari dalam mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa, atau dengan firman-Nya Ia akan menghakimi orang-orang berdosa (bnd. Yoh 12:47-50).”

Senada dengan itu, Simon J. Kistemar mengatakan, “Firman yang keluar dari Tuhan Yesus ini menjatuhkan hukuman Allah atas orang fasik (Why. 19:21; 2:12,16; Yes. 11:4; 49:2). Jadi, Tuhan Yesus menghancurkan para musuh-Nya seorang diri.”

Inilah kehebatan Tuhan Yesus, oleh pedang firman-Nya segala musuh dapat dikalahkan oleh-Nya Sang Hakim yang adil. Ia memukul segala bangsa dengan sebilah pedang tajam. Kristus sebagai Hakim yang adil, Ia datang untuk melaksanakan putusan hukuman Allah yang Mahakuasa (Mat 25:31; Yoj 5:22; Kis 17:31).

– Sikap kita sebagai orang percaya

Tuhan Yesus sendiri mengatakan bahwa Bapa telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, “Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia.” (Yoh 5:27). Penghakiman Kristus itu adil (Yoh. 5:30).

Gambaran Yesus sebagai hakim yang benar dan adil ini, seharusnya meningkatkan kepercayaan kita kepada-Nya bahwa Ia adalah Tuhan yang berkuasa terhadap kehidupan dan kematian seseorang, dan melalui pengadilan-Nya yang adil, maka orang yang tidak benar atau berperilaku jahat akan mengalami kebinasaan atau penghukuman kekal.

Bagaimanakah dengan orang percaya? Akankah mengalami penghakiman? Kristus akan menghakimi orang-orang percaya berdasarkan perbuatan mereka dan harus mempertanggungjawabkannya di hadapan Tuhan (Rm 14:10; 1 Kor. 3:11-15; 4:5; 2 Kor. 5:10).

Maka jelas terlihat apakah seseorang telah membangun imannya dengan memakai kayu, jerami, tumput kering, ataukah emas, perak, dan batu permata (1 Kor. 3:12). Orang yang tahan uji akan mendapat upah, namun jika tidak atau pekerjaannya terbakar, ia akan mengalami kerugian tetapi ia akan tetap diselamatkan seperti dari dalam api (1 Kor. 3:15).

Mahkota yang diperoleh apabila tahan uji ialah mahkota yang abadi (1 Kor. 9:25), mahkota kebenaran (2Tim. 4:8), mahkota kehidupan (Yak. 1:12; Why. 2:10), mahkota kemuliaan (1Pet. 5:4), dan mahkota sukacita atau kemegahan (1Tes. 2:19; band. Flp. 4:1).

Karena itu , marilah kita memerhatikan kehidupan rohani kita dengan seksama. Lakukan apa yang bisa kita lakukan untuk Tuhan dan percaya sungguh kepada-Nya sehingga kita dapat memastikan diri kita bahwa selain kita memperoleh keselamatan, juga kita memperoleh mahkota yang Tuhan sediakan bagi yang tahan uji.

Ingatlah, Kristus sebagai hakim yang adil yang akan memberikan mahkota kepada orang yang setia namun akan membinasakan orang yang mengeraskan hati atau menolak-Nya. Dialah Tuhan yang terhebat dan juga Hakim yang adil.


3. Kehebatan Kristus dalam Kedatangan-Nya Ialah Menyatakan Diri-Nya Sebagai Raja Kekal (Ay 15b-16)

Dan Ia akan menggembalakan mereka dengan gada besi dan Ia akan memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa. Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: “Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan”
(ay. 15b-16).

Kehebatan Kristus Sang Penunggang kuda putih, bahwa selain Ia Tuhan yang Mulia, Hakim yang adil, Ia juga adalah Raja yang kekal. Ia datang sebagai Raja untuk memerintah umat-Nya. Sebagai Raja yang memerintah sampai selama-lamanya. Kristus adalah Raja-Gembala yang menggembalakan dengan gada besi, Raja yang melaksanakan murka Allah, dan Raja segala raja.

– Menggembalakan dengan Gada Besi

Kata gada besi dalam bahasa Yunani ῥάβδῳ σιδηρᾷ (rhabdo sidera) yang juga dapat diartikan dengan tongkat besi. BIS menerjemahkan, “… dan Ia akan memerintah mereka dengan tongkat besi.” Hal ini menunjuk kepada tindakan yang tegas dan tanpa kompromi. Pemerintahan Kristus di kemudian hari atau pada masa seribu tahun, yakni Ia memerintah dengan gada besi.Dengan kata lain dalam pemerintahan Kristus pada masa seribu tahun damai (Why 20: 6) bukan dengan kekerasan atau semena-mena melainkan Ia memerintah dengan tegas, benar, dan adil.

Simon J Kistemar mengatakan,
“Tuhan memerintah bangsa-bangsa sebagai Raja-Gembala yang dengan tongkat-Nya melindungi umat-Nya dan menghancurkan musuh-Nya.”Hal ini tentu sangat menghibur dan menguatkan iman kita sebagai orang percaya, bahwa dalam pemerintahan Kristus di Kerajaan seribu tahun damai, tidak ada lagi ketidakadilan dan ketidakbenaran yang mungkin pernah kita alami selama hidup di dunia ini.Tidak ada lagi orang atau siapa pun yang bisa memperlakukan kita dengan tidak baik atau memperlakukan kita dengan tidak adil, sebab Kristus memerintah dengan penuh ketegasan dan keadilan. Bahkan kita pun akan memerintah bersama Kristus apabila kita tetap setia melayani Tuhan.

– Melaksanakan Murka Allah
Kata, “Ia akan memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa,” BIS menerjemahkan, “Ia akan memeras anggur di dalam alat pemeras anggur amarah Allah Yang Mahakuasa.” Di sini Kristus datang membinasakan atau melaksanakan murka Allah dengan terhadap binatang dan pengikut-pengikutnya (Why. 19:17-21).

William Hendriksen mengatakan, “Ia datang untuk ‘memukul kalah segala bangsa,’ dan untuk ‘menggembalakan dengan gada besi’ (Bdk. 2:27; 12:5). Ia menginjak-injak kilangan anggur keganasan murka Allah yang Mahakuasa (Mat 25:21 dst.; Yoh. 5:22; Kis. 17:31). Ia datang untuk melaksanakan putusan hukuman Allah yang mahakuasa (Mat. 25:31 dst.; Yoh 5:22; Kis. 17:31).”

Senada dengan itu, Simon J. Kistemar, mengatakan “Bahasa Yunani di sini cukup tegas; secara harfiah berbunyi: ‘Ia sendiri menginjak-injak pengirikan anggur itu.’ Perhatikan: Yohanes menulis menginjak-injak dalam bentuk present – tense, yang menunjukkan suatu proses. Tuhan menginjak-injak anggur, yaitu bangsa-bangsa di bawah kaki-Nya.”

Sebagai orang percaya, janganlah kerajinan kita semakin kendor, melainkan kita harus semakin semangat melayani Tuhan, sebab Tuhan yang kita sembah adalah Allah yang dahsyat. Sebegitu mudahnya ia dapat menghancurkan musuh-musuh-Nya dan melaksanakan murka Allah.

– Raja Segala raja
Hal yang terakhir yang perlu kita ketahui adalah Kristus adalah Raja di atas segala raja dan tuan di atas segala tuan. Sebagaimana diberitahukan dalam ayat 16 ini, bahwa di jubah-Nya dan di paha-Nya tertulis bahwa Ia “Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan”.

Simon J. Kistemar menjelaskan “Gelar ini telah dipakai sebelumnya meski dengan urutan terbalik (17:14), dan merupakan gelar yang sangat dikenal di masa Perjanjian Lama maupun Baru. Gelar itu memiliki arti yang sejajar dengan nomina superlatif seperti ‘Raja terbesar’ atau ‘Tuan terbesar.’ Tuhan Yesus Kristus adalah pemegang kedaulatan tertinggi yang memerintah dengan kemuliaan, kuasa, dan otoritas.”


Jelaslah bahwa Raja di atas segala raja, mengandung arti Ia-lah yang memiliki kuasa dan otoritas tertinggi yang layak memerintah dan menghukum serta menghancurkan musuh-musuh-Nya. Jadi, makna Raja di atas segala raja adalah Dia sang penguasa tertinggi yang memerintah dengan adil dan benar, juga Tuan di atas tuan yang berarti Ia-lah sang pemilik kehidupan termasuk manusia dan layak membinasakan mereka yang menolak-Nya.


Dengan demikian, kita pun seharusnya meninggikan Dia dan hidup selalu menyenangkan Dia, sebab Kristus adalah Raja kita yang kekal dan sebagai Tuan satu-satunya pemilik dari hidup kita ini yang seharusnya kita persembahkan kepada-Nya.

Janganlah kita takut dan gentar, tetapi tetaplah percaya kepada-Nya yang bisa memberikan kehidupan yang kekal, maka kita pun dapat memerintah bersama-sama dengan-Nya apabila kita mengakhiri pertandingan rohani dengan baik.


Kesimpulan

Marilah kita berjalan dalam kehendak-Nya yang ajaib, sebab Kristus yang kita sembah pada kedatangan-Nya yang kedua kali menunggang kuda putih adalah datang untuk menghakimi, memerintah, dan melaksanakan murka Allah bagi mereka yang menjadi pengikut Iblis atau antikris.

Di satu sisi, kita pun akan memerintah bersama dengan Dia apabila kita tetap setia melayani Tuhan.


Jadilah pemenang rohani, sebab Kristus datang Sebagai Tuhan yang Mulia, Hakim yang Adil, Raja yang kekal. Semua makhluk takluk di hadapan-Nya dan akan dibinasakan oleh-Nya. Ia adalah hakim yang adil, sebab Ia satu-satunya yang menghakimi dunia dengan adil dan tegas. Bahkan Kristus adalah Raja yang kekal.




Karena itu, tetaplah berpengharapan dan tinggal di dalam kasih-Nya. Apapun yang terjadi, jangan jual atau jangan gadaikan imanmu dengan sesuatu yang fana, melainkan marilah kita tetap giat melayani Tuhan.




Kristianitas.com
Kembali ke atas ↑