Satpam Itu Pahlawan Sekaligus Korban Ledakan

Terjadi tembak-tembakan dan ledakan bom, Kamis 14 Januari 2016 di jalan Thamrin-Sarinah Jakarta Pusat. Belum dapat dipastikan apa atau siapa dalang dibalik kejadian tersebut, juga jumlah korban yang sebenarnya secara detail dan pasti.

Namun satu hal yang pasti, ada tulisan ekslusif yang tidak atau belum ada diliput atau ditulis oleh media manapun. Mungkin karena 'media mainstream' terlalu fokus terhadap kejadiannya atau aksi super hero yang dilakukan oleh TNI/POLRI.



Tulisan tersebut berjudul, Satpam Sarinah Itu Musti Dinobatkan sebagai Pahlawan, ditulis oleh Nanik Sudaryati di sosial media pribadi miliknya. Berikut kutipan cerita yang dituliskan Nanik berdasarkan pengakuan temannya bernama Novia.

SATPAM SARINAH ITU MUSTI DINOBATKAN SEBAGAI PAHLAWAN

Sambil masih dalam suasana ketakutan dan rasa yang terlihat campur aduk, ponakan saya Novia Oneng atau Opis , bercerita bahwa ada yg terlewat dari pemberitaan media. "Media belum memuat siapa sebenarnya yang menjadi korban di pos polisi, dan bagaimana ceritanya".

Novia atau Opis, yang menjadi saksi mata insiden bom dan aksi tembak-menembak di Seputar Gedung Sarinah itu bercerita, waktu dia lari ke tangga darurat, ia bertemu para Satpam Sarinah Dept store lagi pada menangis, ternyata mereka menangisi kawannya yang meninggal terkena ledakan bom bunuh diri di dekat pos polisi.

Ceritanya, pagi tadi sebelum kejadian bom bunuh diri, Satpam Sarinah Depstore, seperti biasa memeriksa pengunjung Dept Store BUMN itu. Satpam mencurigai satu anak muda yang masuk seperti membawa sesuatu di dalam tubuh orang tersebut. Karena takut memeriksa sendiri, Satpam tersebut menggiring anak muda tersebut ke pos polisi terdekat, dan sesampainya di depan Pos Polisi, maka meledaklah bom bunuh diri tersebut yang bukan hanya menewaskan terorisnya sendiri, tapi juga Satpam Sarinah yg menggiring teroris tersebut, dan satu wanita yang lagi menyeberang jalan.

Coba bayangkan, Andai satpam tadi tidak membawa teroris tersebut ke pos polisi (yang akhirnya pos polisinya ikut hancur), berarti bom bunuh diri tadi akan meledak di dalam Sarinah Dept Store. Artinya ratusan jiwa yang akan jadi korban. Jadi Satpam tadi telah menyelematkan ratusan jiwa di dalam Dept Store, namun nyawanya sendiri tidak tertolong.

Saya menulis ini, dengan harapan ada pihak-pihak dari pemerintah atau pihak Sarinah memberikan perhatian khusus pada keluarga Satpam yang meninggal tersebut, karena ia telah menyelematkan ratusan nyawa pengunjung Sarinah Dept Store.

Semoga Allah mengampuni dosa Satpam Pahlawan ini, dan memberikan keluarganya kekuatan..... Aamiin.

cc: Dessy Aipipidely (please cari keluarganya ), Hendrik J. Canggu, dan Dewi Sujud ( Sama Desy cek dong bagaimana kondisi keluarganya).
Nanik Sudaryati


_____________

*Update

Jumat, 15 Januari 2016 - 09:29 WIB.
Setelah dikonfirmasi ulang, ternyata pihak Sarinah (Persero) mengatakan bahwa tidak ada satpam atau petugas pengamanannya yang tewas dalam peristiwa bom pada Kamis (14/1/2016) kemarin.

"Kan ada informasi yang menyebutkan mereka masuk ke dalam, terus dicegah satpam, lalu diamankan ke pos polisi, dan meledakkan diri, kemudian mengenai satpam. Kami konfirmasi itu tidak ada," ungkap Ira Puspadewi.

Pernyataan itu disampaikan Direktur Utama Sarinah (Persero) Ira Puspadewi untuk mengklarifikasi kesimpangsiuran informasi terkait kronologi kejadian.

"Tidak ada satpam Sarinah yang menjadi korban. Tidak ada korban dari Sarinah," kata Ira saat ditemui di kawasan pusat perbelanjaan Sarinah pada Jumat (15/1/2016).

Ira juga mengatakan, tidak benar ada kronologi kejadian yang menyebutkan ada upaya dari pelaku untuk masuk ke dalam gedung terlebih dahulu.
***

#Jika ada informasi terbaru mengenai informasi ini dari sisi lain selain soal kejadiannya atau aksi super hero yang dilakukan oleh TNI/POLRI, akan selalu diupdate di sini.

Silakan save/bookmark halaman ini, untuk mendapatkan informasi terbaru.

0 komentar:

Posting Komentar

Kembali ke atas ↑