Perbaikan Gizi Anak Kos

indomie

Tepat pukul 12 siang terbangun dari tidur, baru sadar teringat akan pernikahan teman seperjuangan saya. Ya, tepat hari ini tanggal 23 November 2015, di hari sabtu yang indah dengan panasnya suhu oleh sengatan matahari.

Untuk memastikan benar atau tidak, kuraih undangan mas Iwan yang terletak tepat didepan telivisi berukuran 21 inch yang dari semalam masih menyala karena aku lupa untuk mematikannya.

Tanpa menunggu kumpulnya nyawa sehabis bangun tidur, langsung kuraih handuk yang ada dibalik pintu kamar kos merupakan istana kesayanganku, yang berukuran 3x3 meter.

Karena sadar akan jarak yang cukup jauh, yaitu jakarta bekasi tanpa perlu waktu 15 menit mandipun kuselesaikan.
Memilih pakaian yang pantas untuk digunakan diacara yang merupakan sakral tersebut di sebuah rumah ibadah aku pun memilih menggunakan batik lengan panjang.

Ternyata tanpa sadar akan memilih pakaian yang akan kukenakan waktu menujukkan pukul 13:30 WIB.
Wah gawat, pikirku dalam hati, kemudian seperti lagu Iwan Fals, kunyalakan motor tuaku, langsung tancap gas.

Sesampainya di tempat acara, betapa kagetnya dalam hati sambil menahan malu tenyata acara nyaris selesai. Yang masih berada diruangan tersebut cuma tinggal pengantin beserta keluarga inti dan para petugas catering yang telah bersiap sambil membersihkan sisa-sisa makanan para tamu yang telah lebih dulu datang dan pulang.

Dengan wajah memaksa sambil senyum kuberanikan diri naik keatas panggung pengantin memberi salam tidak lupa meminta foto bersama. Setelah jeprat-jepret dan mengucapkan kembali kata selamat dan kalimat terakhir terucap "Mantap Brother", yoi dong brother katanya sambil berjabat tangan dengan erat menggenggam tangan kananku.

Kemudian mata ini mencari-cari sesuatu yang ternyata kulihat sebuah meja disudut ruangan masih ada beberapa menu makanan yang masih tersedia, tanpa berpikir panjang langsung kucari piring dan sendok. Walau si bapak yang sedang beres-beres mengatakan supanya makannya di percepat, dengan lancang disertai senyum yang sok imut ku menjawab, baik pak tenang saja, saya sudah terbiasa makan cepat seperti para militer yang ingin bertempur. hehe, 'tawaku dalam hati.

Si Bapak pun meninggalkanku, dan dengan lahapnya aku menyantap makanan yang ada didalam piring. Setelah makan langsung pulang. Ya, "SMP" selesai makan pulang. Aku tersenyum sambil berbicara dalam hati "Lumayan, anak kos dapat makan untuk perbaikan gizi" kataku dalam hati menuju parkiran motor dan langsung menuju istanaku di ujung timur Ibukota.

Jh.situmorang

Jakarta, 231115.
Foto adalah gambar indomie yang dulu pernah aku masak sendiri sewaktu ngekos. ^_^

0 komentar:

Posting Komentar

Kembali ke atas ↑