Gereja dibongkar dan dibakar di Singkil Aceh

gereja di Singkil dibongkar

Sebagaimana diketahui sebelumnya, masa Pemuda Peduli Islam (PPI) Aceh Singkil, Selasa (6/10/2015) lalu menggelar unjuk rasa. Mereka mendesak agar gereja tak memiliki izin dibongkar. Jika sampai besok, Selasa (13/10/2015) tidak dilaksanakan maka mereka yang akan membongkarnya.

Satu masjid di Papua dibakar, mereka sudah kayak kebakaran jenggot sampai akan menerjunkan ribuan relawan, sampai masuk media TV, sampai kemana mana seolah-olah agama mereka teraniaya di negara yang mayoritasnya adalah mereka. Namun begitu banyak gereja yang dibakar dan dibongkar, tidak cuma di Aceh tapi juga di daerah lain, namun semua bak angin berlalu, bagai membakar sampah yang tak perlu di hebohkan.

Sepuluh gereja di Aceh Singkil, sepakat dibongkar dalam kurun dua pekan ke depan ini. Hal itu disepakati dalam rapat antara Bupati Aceh Singkil, Safriadi, Muspida, ulama, ormas islam serta tokoh masyarakat, Senin (12/10/2015) di ruang pertemuan kantor Setdakab setempat di Pulau Sarok, Singkil.

Kesepakatan lain, disebutkan pembongkaran gereja dimulai tanggal 19 Oktober sampai dua pekan kedepan. Selanjutnya rumah ibadah yang tidak dibongkar harus mengurus izin dengan tenggat waktu selama enam bulan. Kemudian tokoh ulama diminta menenangkan umat agar tidak terjadi hal tak diinginkan.

Poin lainnya dari kesepakat, pendirian rumah ibadah harus menuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam undang-undang. Hasil kesepakatan tersebut, akan disosialisasikan Muspida di Masjid Lipat Kajang Bawah, Kecamatan Simpang Kanan, malam ini juga.

Hal tersebut dilakukan untuk menenangkan masa yang mana pada Selasa (13/10/2015) merupakan batas waktu terakhir yang diberikan.

Bentrok berdarah pecah, sepuluh Gereja sepakat dibongkar di Singkil.

Berikut nama sepuluh gereja yang sudah sepakat untuk dibongkar tersebut:
GKPPD Desa Sukamakmur, Kecamatan Gunung Meriah
GKPPD Pertabas
GKPPD Kuta Tinggi
GKPPD Tutuhan
GKPPD Dangguran, Kecamatan Simpang Kanan.
GKPPD Mandumpang
GKPPD Siompin
GMII Siompin, Kecamatan Suro
GKPPD Situbuhtubuh, Kecamatan Danau Paris.
Gereja Katolik Lae Balno, Danau Paris

Presiden harus serius menangani masalah ini, pembakaran rumah ibadah Gereja yang selalu terjadi dimana-mana tentu saja akan menjadi perhatian dunia. Kalau Negara tidak mampu melindungi rakyatnya dari tindakan semena-mena kelompok-kelompok yang mengatasnakan Agama, maka tidak tertutup kemungkinan negara lain (Amerika, Jerman, Inggris, Jepang, Belanda dan negara berpenduduk mayoritas Nasrani akan campur tangan untuk melindungi Nasrani di Indonesia).

Jika pemerintah membiarkan hal seperti ini selalu terjadi, yang penduduk (non muslim) teraniaya dan rumah ibadahnya dirusak dan dibakar, maka dikuatirkan perang saudara akan terulang kembali.

Foto: SERAMBI ACEH/DEDE ROSADI

0 komentar:

Posting Komentar

Kembali ke atas ↑