Asmara ditukar dengan Nyawa? Sakit!

Awalnya saya melihat halaman facebook seorang teman bernama Iwan Restiono. Saya sangat terkejut melihat beberapa foto dengan keterangan yang merupakan postingan milik Rayda Ramadhan. bloggernes

Keterangan tertulis, persis seperti dibawah ini:

___________________

Copas dari account linenya bang bageru dan info dari akun line Info Margahayu Raya
Sakit.
Mungkin itu kata yang paling pertama terlintas di kepala ketika liat postingan infomargahayu.
Pukul 3 sore, anak cowo smp menganiaya anak cewe smp, karena si cewe selingkuh dengan cara digetokin pake palu. Pelaku udah diteriakin tukang bangunan yang lagi kerja disekitar situ, tapi tetep nyiksa si cewe. Ketika tukang bangunan ngedeketin pelaku, ternyata si cewe keburu tewas ditempat.
Seriusan?
Dikira digetok palu kagak sakit apa?
Kesenggol sikut temen juga nangis aku mah.
Apa dia ga mikir, gimana kalo si cewe adalah anak satu-satunya dari orang tuanya?
Apa dia ga mikir, gimana kalo si cewe sebenernya cuman temenan aja, dan kebetulan emang bareng terus?
Apa dia ga mikir, kalo si cewe adalah anak yang berusaha mati-matian dibahagiain oleh kedua orang tuanya?
Sekali lagi, sakit.
Kita hidup di dunia dimana ada 7 milyar orang hidup, apakah dia ga mikir berapa banyak cewe yang masih bisa dia pacarin?
Inilah efek buruk kalo hidup kamu 80%-nya cuman cinta-cintaan aja. Cobain deh susahnya nyari duit. Cobain deh susahnya nyari temen yang bener. Cobain deh susahnya menang dari suatu lomba. Cobain. Akan jauh lebih susah dari persoalan cinta cuy.
Lalu, efek yang ditimbulin dari dia ngebunuh apa? Apakah dia jadi seneng? Apakah dia bahagia akhirnya cewe yang nyelingkuhin dia kembali ke hadapan Yang Maha Kuasa? Kan kagak.
Efek yang terjadi adalah dia dipukulin warga, masuk kantor polisi(saya ga bilang masuk penjara karena kalo gasalah dibawah 18 tahun masih gabisa dipenjara. Koreksi ya kalo salah.) Orang tuanya akan nanggung malu seumur hidup dimana mereka akan dicemooh "gabisa ngasih nilai moral ya", dan 1 lagi, sekolah dia pun keseret jelek. Iya, sekolah gaada hubungan apapun sama dia tapi tetep aja ikut keseret.
Mungkin dia terlalu banyak nonton sinetron, dimana si cewe ditabrak lari sama ibu tiri yang jahat, besoknya sembuh dan jadi milyuner. Mungkin.
Buat si cowo, cepet taubat dek.
Buat si cewe, semoga diterima disisi-Nya ya.
Buat orang tua si cowo, yang sabar pak, bu.
Buat orang tua si cewe, berdoa aja semoga almarhumah masuk surga ya pak, bu.
Yuk sama-sama berdoa buat si cewe, walaupun ga kenal, kita sebagai sesama umat manusia harus saling tolong-menolong. Berdoa pun cukup kok guys.
Selamat jalan Dek, semoga kamu di terima di sisi Allah swt dan di tempatkan bersama orang - orang yang beriman cry emoticon dan semoga keluarga yang di tinggalkan di beri ketabahan cry emoticon amin
Salam.
Sandy Ilhaq Herdiana, Muhammad Ilham Ramadhan, Andika Setya Putra

___________________

Dengan foto seperti dibawah ini;












Sumber foto dan tulisan tersebut bisa Anda cek melalui tautan berikut;
https://www.facebook.com/RaydaR48/posts/879241238818956

Bocah Pembunuh SMP itu adalah Syahrul Firmansyah

Kemudian saya mencari informasi lebih lengkap lagi tentang peristiwa ini. Saya dapatkan informasi bahwa bocah lelaki, SF (12 Tahun 8 bulan), nekat membunuh siswi SMPN 51 Bandung, Pricila Dina (15), menggunakan palu. Motif kasus ini dipicu pelaku menginginkan telepon genggam milik korban. Selain itu, ada persoalan cemburu yang membakar amarah pelaku.

Berdasarkan informasi, SF kenal dengan Pricila sejak Maret 2015. Lalu awal Juli 2015, SF mengaku berpacaran dengan korban. Namun kisah pacarannya tak berlangsung lama. "Kemarin (Senin) keduanya janjian bertemu. Korban mengendarai sepeda motor menemui pelaku. Keduanya berstatus pelajar, tapi beda SMP," ungkap bapak AKBP Mokhamad Ngajib, Kasatreskrim Polrestabes Bandung.

Pertemuan pelaku dan korban berlangsung di depan gerbang perumahan Grand Sharon, Jalan Inspeksi Kali Cidurian, Kelurahan Cipamokolan, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, Senin (31/8). SF datang berjalan kaki, kemudian mengajak korban berteduh di balik benteng yang berada di persawahan dekat perumahan tersebut. Keduanya sempat mengobrol.

Pelaku mengaku sudah punya rencana menginginkan handphone dengan target handphone milik korban. Saat itu pelaku membawa palu di dalam tasnya," tutur Ngajib sambil menambahkan jika palu itu awalnya disimpan pelaku di rumah kosong dekat lokasi kejadian.

Sewaktu asyik mengobrol, SF mengamati Pricilia yang tengah menggengam smartphone Android. Singkat cerita, perbincangan keduanya diwarnai cekcok. Apa pemicunya?

"Korban bilang sudah punya pacar lagi. Kondisi itu membuat pelaku cemburu," emosi SF memuncak lantaran kesal gara-gara Pricila memuji pacar baru. SF bergegas mengambil palu dari dalam tas. Tiga kali pelaku melayangkan martil ke kepala korban pada bagian pelipis kanan dan kiri. Melihat korban sekarat SF kabur sambil menggondol satu unit telepon genggam punya Pricila. kata bapak Ngajib menambahkan.

Polisi menyita barang bukti berupa satu palu, serta barang milik korban yaitu satu telepon genggam, pakaian dan tas. Orang tua Pricila bernama Matheus Teguh Diyantoro (43) mengikhlaskan kepergian anak satu-satunya tersebut. Walau demikian, menurut peraturan yang berlaku di Indonesia SF akan dijerat pasal berlapis yakni Pasal 340, 338, 351 ayat 3, 365 ayat 3 KUHPidana. Karena pelaku berusia 12 tahun, maka tidak ditahan. Tapi nanti pelakunya dititipkan ke Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial.

Harapannya polisi dapat memantau pelaku atau perbuatan kriminal seperti ini, supaya tidak terjadi lagi dikemudian hari. Apalagi belum lama hal yang sama sudah terjadi sebelumnya, yaitu tindak/pembunuhan yang didasarkan hubungan asmara, yang mana para pelakunya adalah ABG (remaja).

Sebut saja contoh, Imam Al Hafitd dan Assyifa Ramadhani, pembunuh sadis Ade Sara Monica (5/3/2014). Dan Arifin bin Erwan, pembunuh Monica di rumah indekos di Jalan KH Agus Salim RT 02/04 Kelurahan Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada bulan juni lalu.

Putra/Putri siapa lagi yang akan menjadi korban? Pasti, kita tidak akan menginginkan adanya korban-korban berikutnya!

0 komentar:

Posting Komentar

Kembali ke atas ↑